Wawasan Seni
1.
Makna
Seni
Ahli filsafat berpendapat ada
tiga kesempurnaan di dunia ini. Pertama, kebenaran, yaitu kesempurnaan
yang dapat kita tangkap melalui rasio, akal budi. Kedua, kebaikan, yaitu
kesempurnaan yang dapat kita tangkap dengan moral, dengan pertimbangan baik
buruk. Ketiga, keindahan, kesempurnaan yang dapat kita tangkap melalui indera.
Dari ketiga kesemppurnaan itu
yang paling dekat dan akrab dengan seni adalah kesempurnaan yang terakhir,
yaitu keindahan. Apa keindahan itu
Keindahan ialah hakikatnya
yang abadi dan tidak berubah-ubah, kata ahli filsafat. Keindahan merupakan
objek, kata ahli psikologi.
Bunga indah.
Cendrawasih indah
Negeriku indah
Semua yang Indah
menyenangkan. Menyenangkan karena keindahan bukan sesuatu yang hanya dimiliki
objek (karya seni) dan terlepas dari subjek (pengamat). Keindahan dengan segala
bentuk ungkapannya yang menyenangkan itu tergantung pada hubungan antara objek
dengan subjek. Artinya, suatu objek dapat menimbulkan pengalaman estetik (yang
indah) pada subjek, yaitu pengamat.
a. Keindahan (estetika)
Keindahan
dinikmati melalui panca indera penglihatan, pendengaran, perabaan, penciumn,
dan pengecapan, karena itu, sifat seni terkait dengan fungsi indera. Berdasarkan
sifat, seni dapat dibagi menjadi tiga jenis.
1) Seni visual
Pada seni
visual, indera penglihatan memegang peranan aktif dalam proses penghayatan
seni. Bentuk seni visual, antara lain seni rupa atau seni lukis, seni pahat,
seni cetak, dan seni ukir.
2) Seni Audio
Pada seni
audio, indera pendengaran memegang peranan aktif dalam proses penghayatan seni.
Bentuk seni audio ialah seni musik, seni bacapuisi, seni baca Al-Qur’an.
3) Seni Audio Visual
Indera penglihatan
dan pendengaran memegang peranan aktif dalam proses penghayatan seni. Bentuk seni
audio visual, antara lain seni tari (dengan iringan musik), seni teater (dengan
ilustrasi musik).
Atas dasar
ulasan sifat seni tersebut, seni dapat dikelompokkan dalam beberapa cabang
seni, sebagai berikut
b. Penciptaan
Seni
merupakan bentuk penciptaan yang menyenangkan. Menciptakan berarti membuat yang
tidak ada menjadi ada. Bahan yang digunakan untuk menciptakan bentuk itu
beraneka ragam. Ada kata, irama, nada, gerak, garis, ruang, dan warna.
Mengapa
dan untuk apa seorang mencipta?
Pada
diri pencipta ada dorongan yang kuat yaitu gairah cipta. Melalui gairah cipta,
pencipta ingin mengungkapkan makna sesuatu yang diamati secara mendalam. Maksudnya
sesuatu itu telah member pencipta pengalaman estetik, sedangkan kata atau gerak
bias tidak mampu mengungkapkannya Dengan nada dan irama, pencipta mengungkapkan
pikiran dan rasa dalam bentuk musik. Dengan gerakan ia menciptakan tari, dengan
garis, ruang, dan warna ia melahirkan lukisan
Sebelum
sebuah karya seni tercipta, dalam diri pencipta terjadi suatu proses, baik
digerakkan oleh factor internal (dorongan dalam diri), atau pengaruh eksternal
(berada di luar diri). Factor internal, umpamanya pengaruh masyarakat sekitar,
dat istiadat, budaya setempat.
c. Landasan
Seni
Apakah pencipta menciptakan suatu karya seni hanya untuk
dirinya sendiri? Pencipta yang telah berhasil melahirkan karya seni, pada
dasarnya ingin agar orang lain dapat menyertai kesenangannya, dan menikmati
keindahan yang diperoleh dari karya seni itu.
Oleh sebab itu seni bukan semata ungkapan emosi yang
mendalam, melainkan memiliki pula unsure sosial. Maka orang mengatakan, bahwa
landasan (dasar) seni adalah soial.
d. Fungsi
seni
Dipandang dari penciptaan, seni berfungsi sebagai alat
ekspresi, yaitu pengungkapan yang dikomunikasikan dalam bentuk penyampaian
pesan isi hati pencipta. Dipandang dari sisi penghidupan dan kehidupan, manusia
sering melakukan komunikasi dengan Tuhan dan manusia.
Demikian pula, apabila penciptaan berkomunikasi denga
Tuhan, ia menghasilkan karya yang religius. Kemudian karya religius seperti
pantulan rasa kagum terhadap keagungan Tuhan, diungkapkan dan dikomunikasikan
oleh pencipta pada sesame manusia melalui musik, tari, seni rupa, seni sastra,
atau seni teater.
Pada hakikatnya, semua karya seni memiliki fungsi sosial
selama karya seni itu dikomunikasikan pada masyarakat luas. Ada empat sasaran
utama yang menempatkan karya seni pada fungsi sosial.
1) Mempengaruhi
tingkah laku
2) Merupakan
media penerangan
3) Merupakan
media hiburan
4) Merupakan
fungsi penunjang fisik
2.
Apresiasi Seni
Di dalam seni ada
penciptaan dan apresiasi. Penciptaan dilakukan oleh pencipta (kreatif),
sedangkan apresiasi dilakukan oleh pengapresiasi (rekreatif), yaitu pemakai
karya seni. Antara dua kelompok ini, pencipta dan pengapresiasi, mungkin
terdapat kesamaan acuan, mungkin juga berbeda. Hal ini tergantung pada wawasan
dan pengalaman yang mengatur pencipta dan pengapresiasi.
Makna aptesiasi seni
antara lain adalah mengerti dan menyadari sepenuhnya seluk beluk karya seni;
menjadi peka terhadap segi keindahannya; dan mampu menghantarka guna menilai,
dan menikmati karya seni.
Anak telah memiliki
dasar apresiasi secara alami sejak masa bayi. Bayi tertidur pulas mendengar
nyanyian ibunya. Nyanyian demikian sering didengarnya, walaupun ia sendiri
belum mengerti maknanya. Namun, nantinya senang. Inilah salah satu apresiasi
sederhana melalui indera manusia
Tetapi apresiasi
tidak saja ditentukan kemampuan oleh indera, melainkan ditentukan oleh
pengalaman dan daya piker (intelegensi) seseorang. Pada umumnya pengalaman
sangat membantu seseorang memahami karya seni. Pengalaman mempermudah seseorang
mengenali sesuatu dalam karya seni. Oleh karena itu, pembiasaan penyerapan seni
adalah penting.
3.
Musik
Musik adalah salah
satu cabang seni yang tertua. Musik tidak dapat dipisahkan dari kehidupan dan
penghidupan manusia.
Unsur pokok musik
adalah irama, melodi, dan harmoni. Unsur yang paling dekat dengan kebudayaan
manusia adalah irama. Dalam kehidupan sehari-hari, irama selalu dipakai, selalu
terdengar, dan diungkapkan. Dalam berbahasa, berbicara, orang selalu memakai
irama, aksen, dan dinamik.
Tampa irama,
aksen, aksen dan dinamik, sukar untuk kita menangkap dengan benar isi atau
makna yang diucapkan.
4.
Peran Musik
Musik adalah media
untuk mencurahkan pikiran dan rasa, alat untuk berkomunikasi. Musik sangat
dekat dan tak terpisahkan dari kehidupan manusia yang menciptakannya musik
adalah bahasa universal yang paling luwes yang dapat membagi pikiran dan rasa
antar umat manusia, dimana pun dan kapan pun ia berada.
Manfaat musik
antara lain adalah:
a.
Mendorong gerak piker dan rasa
b.
Membangkitkan kekuatan dalam jiwa manusia; dan
c.
Membentuk watak