Jumat, 03 Juli 2015

Wawasan Seni

Wawasan Seni

1.      Makna Seni
Ahli filsafat berpendapat ada tiga  kesempurnaan di dunia ini. Pertama, kebenaran, yaitu kesempurnaan yang dapat kita tangkap melalui rasio, akal budi. Kedua, kebaikan, yaitu kesempurnaan yang dapat kita tangkap dengan moral, dengan pertimbangan baik buruk. Ketiga, keindahan, kesempurnaan yang dapat kita tangkap melalui indera.
Dari ketiga kesemppurnaan itu yang paling dekat dan akrab dengan seni adalah kesempurnaan yang terakhir, yaitu keindahan. Apa keindahan itu
Keindahan ialah hakikatnya yang abadi dan tidak berubah-ubah, kata ahli filsafat. Keindahan merupakan objek, kata ahli psikologi.
Bunga indah.
Cendrawasih indah
Negeriku indah
Semua yang Indah menyenangkan. Menyenangkan karena keindahan bukan sesuatu yang hanya dimiliki objek (karya seni) dan terlepas dari subjek (pengamat). Keindahan dengan segala bentuk ungkapannya yang menyenangkan itu tergantung pada hubungan antara objek dengan subjek. Artinya, suatu objek dapat menimbulkan pengalaman estetik (yang indah) pada subjek, yaitu pengamat.
a.       Keindahan (estetika)
Keindahan dinikmati melalui panca indera penglihatan, pendengaran, perabaan, penciumn, dan pengecapan, karena itu, sifat seni terkait dengan fungsi indera. Berdasarkan sifat, seni dapat dibagi menjadi tiga jenis.
1)      Seni visual
Pada seni visual, indera penglihatan memegang peranan aktif dalam proses penghayatan seni. Bentuk seni visual, antara lain seni rupa atau seni lukis, seni pahat, seni cetak, dan seni ukir.
2)      Seni Audio
Pada seni audio, indera pendengaran memegang peranan aktif dalam proses penghayatan seni. Bentuk seni audio ialah seni musik, seni bacapuisi, seni baca Al-Qur’an.
3)      Seni Audio Visual
Indera penglihatan dan pendengaran memegang peranan aktif dalam proses penghayatan seni. Bentuk seni audio visual, antara lain seni tari (dengan iringan musik), seni teater (dengan ilustrasi musik).

Atas dasar ulasan sifat seni tersebut, seni dapat dikelompokkan dalam beberapa cabang seni, sebagai berikut


SENI


b.       Penciptaan
Seni merupakan bentuk penciptaan yang menyenangkan. Menciptakan berarti membuat yang tidak ada menjadi ada. Bahan yang digunakan untuk menciptakan bentuk itu beraneka ragam. Ada kata, irama, nada, gerak, garis, ruang, dan warna.

Mengapa dan untuk apa seorang mencipta?

Pada diri pencipta ada dorongan yang kuat yaitu gairah cipta. Melalui gairah cipta, pencipta ingin mengungkapkan makna sesuatu yang diamati secara mendalam. Maksudnya sesuatu itu telah member pencipta pengalaman estetik, sedangkan kata atau gerak bias tidak mampu mengungkapkannya Dengan nada dan irama, pencipta mengungkapkan pikiran dan rasa dalam bentuk musik. Dengan gerakan ia menciptakan tari, dengan garis, ruang, dan warna ia melahirkan lukisan
Sebelum sebuah karya seni tercipta, dalam diri pencipta terjadi suatu proses, baik digerakkan oleh factor internal (dorongan dalam diri), atau pengaruh eksternal (berada di luar diri). Factor internal, umpamanya pengaruh masyarakat sekitar, dat istiadat, budaya setempat.

c.    Landasan Seni
Apakah pencipta menciptakan suatu karya seni hanya untuk dirinya sendiri? Pencipta yang telah berhasil melahirkan karya seni, pada dasarnya ingin agar orang lain dapat menyertai kesenangannya, dan menikmati keindahan yang diperoleh dari karya seni itu.
Oleh sebab itu seni bukan semata ungkapan emosi yang mendalam, melainkan memiliki pula unsure sosial. Maka orang mengatakan, bahwa landasan (dasar) seni adalah soial.

d.   Fungsi seni
Dipandang dari penciptaan, seni berfungsi sebagai alat ekspresi, yaitu pengungkapan yang dikomunikasikan dalam bentuk penyampaian pesan isi hati pencipta. Dipandang dari sisi penghidupan dan kehidupan, manusia sering melakukan komunikasi dengan Tuhan dan manusia.
Demikian pula, apabila penciptaan berkomunikasi denga Tuhan, ia menghasilkan karya yang religius. Kemudian karya religius seperti pantulan rasa kagum terhadap keagungan Tuhan, diungkapkan dan dikomunikasikan oleh pencipta pada sesame manusia melalui musik, tari, seni rupa, seni sastra, atau seni teater.
Pada hakikatnya, semua karya seni memiliki fungsi sosial selama karya seni itu dikomunikasikan pada masyarakat luas. Ada empat sasaran utama yang menempatkan karya seni pada fungsi sosial.
1)      Mempengaruhi tingkah laku
2)      Merupakan media penerangan
3)      Merupakan media hiburan
4)      Merupakan fungsi penunjang fisik

2.      Apresiasi Seni
Di dalam seni ada penciptaan dan apresiasi. Penciptaan dilakukan oleh pencipta (kreatif), sedangkan apresiasi dilakukan oleh pengapresiasi (rekreatif), yaitu pemakai karya seni. Antara dua kelompok ini, pencipta dan pengapresiasi, mungkin terdapat kesamaan acuan, mungkin juga berbeda. Hal ini tergantung pada wawasan dan pengalaman yang mengatur pencipta dan pengapresiasi.
Makna aptesiasi seni antara lain adalah mengerti dan menyadari sepenuhnya seluk beluk karya seni; menjadi peka terhadap segi keindahannya; dan mampu menghantarka guna menilai, dan menikmati karya seni.
Anak telah memiliki dasar apresiasi secara alami sejak masa bayi. Bayi tertidur pulas mendengar nyanyian ibunya. Nyanyian demikian sering didengarnya, walaupun ia sendiri belum mengerti maknanya. Namun, nantinya senang. Inilah salah satu apresiasi sederhana melalui indera manusia
Tetapi apresiasi tidak saja ditentukan kemampuan oleh indera, melainkan ditentukan oleh pengalaman dan daya piker (intelegensi) seseorang. Pada umumnya pengalaman sangat membantu seseorang memahami karya seni. Pengalaman mempermudah seseorang mengenali sesuatu dalam karya seni. Oleh karena itu, pembiasaan penyerapan seni adalah penting.
3.      Musik
Musik adalah salah satu cabang seni yang tertua. Musik tidak dapat dipisahkan dari kehidupan dan penghidupan manusia.
Unsur pokok musik adalah irama, melodi, dan harmoni. Unsur yang paling dekat dengan kebudayaan manusia adalah irama. Dalam kehidupan sehari-hari, irama selalu dipakai, selalu terdengar, dan diungkapkan. Dalam berbahasa, berbicara, orang selalu memakai irama, aksen, dan dinamik.
Tampa irama, aksen, aksen dan dinamik, sukar untuk kita menangkap dengan benar isi atau makna yang diucapkan.
4.      Peran Musik
Musik adalah media untuk mencurahkan pikiran dan rasa, alat untuk berkomunikasi. Musik sangat dekat dan tak terpisahkan dari kehidupan manusia yang menciptakannya musik adalah bahasa universal yang paling luwes yang dapat membagi pikiran dan rasa antar umat manusia, dimana pun dan kapan pun ia berada.
Manfaat musik antara lain adalah:
a.       Mendorong gerak piker dan rasa
b.      Membangkitkan kekuatan dalam jiwa manusia; dan
c.       Membentuk watak